Apa Itu Anti-Oxidant?

artikel_post_header-image_007

Istilah Anti-Oxidant yang cukup sering kita dengar merupakan zat yang mampu memperlambat atau mencegah proses oksidasi. Zat ini secara nyata mampu memperlambat atau menghambat oksidasi zat yang mudah teroksidasi meskipun dalam konsentrasi rendah. Antioksidan juga sesuai didefinisikan sebagai senyawa-senyawa yang melindungi sel dari efek berbahaya radikal bebas oksigen reaktif jika berkaitan dengan penyakit, radikal bebas ini dapat berasal dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya.


Apa Itu Radikal Bebas ?

adalah spesies yang tidak stabil karena memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangan elektron dalam makromolekul biologi. Protein lipida dan DNA dari sel manusia yang sehat merupakan sumber pasangan elektron yang baik. Kondisi oksidasi dapat menyebabkan kerusakan protein dan DNA, kanker, penuaan, dan penyakit lainnya. Komponen kimia yang berperan sebagai antioksidan adalah senyawa golongan fenolik dan polifenolik. Senyawa-senyawa golongan tersebut banyak terdapat dialam, terutama pada tumbuh-tumbuhan, dan memiliki kemampuan untuk menangkap radikal bebas.


BAGAIMANA ANTIOKSIDAN MEMERANGI RADIKAL BEBAS ?

Antioksidan membantu menghentikan proses perusakan sel dengan cara memberikan elektron kepada radikal bebas. Antioksidan akan menetralisir radikal bebas sehingga tidak mempunyai kemampuan lagi mencuri elektron dari sel dan DNA. Proses yang terjadi sebenarnya sangat komplek tapi secara sederhana dapat dilukiskan seperti itu.


SUMBER ANTIOKSIDAN :

Berdasarkan asalnya, antioksidan terdiri atas antioksigen yang berasal dari dalam tubuh (endogen) dan dari luar tubuh (eksogen). Adakalanya sistem antioksidan endogen tidak cukup mampu mengatasi stres oksidatif yang berlebihan. Stres oksidatif merupakan keadaan saat mekanisme antioksidan tidak cukup untuk memecah spesi oksigen reaktif. Oleh karena itu, diperlukan antioksidan dari luar (eksogen) untuk mengatasinya.


ANTIOKSIDAN BERDASARKAN MEKANISME KERJANYA :

Berdasarkan mekanisme kerjanya, antioksidan dibedakan menjadi antioksidan primer yang dapat bereaksi dengan radikal bebas atau mengubahnya menjadi produk yang stabil , dan antioksidan sekunder atau antioksidan preventif yang dapat mengurangi laju awal reaksi rantai serta antioksidan tersier.

ekanisme kerja antioksidan selular antara lain, antioksidan yang berinteraksi langsung dengan oksidan, radikal bebas, atau oksigen tunggal; mencegah pembentukan jenis oksigen reaktif; mengubah jenis oksigen rekatif menjadi kurang toksik; mencegah kemampuan oksigen reaktif; dan memperbaiki kerusakan yang timbul.

  1. ANTIOKSIDAN PRIMER
    Antioksidan primer berperan untuk mencegah pembentukan radikal bebas baru dengan memutus reaksi berantai & mengubahnya menjadi produk yang lebih stabil.
    Contoh : Enzim Superoksida Dimustase (SOD), Katalase, dan Glutation dimustase.
  2. ANTIOKSIDAN SEKUNDER
    Antioksidan sekunder berfungsi menangkap senyawa radikal serta mencegah terjadinya reaksi berantai.
    Contoh : Vitamin E, Vitamin C, dan ß-karoten.
  3. ANTIOKSIDAN TERSIER
    Antioksidan tersier berfungsi memperbaiki kerusakan sel dan jaringan yang disebabkan oleh radikal bebas.
    Contoh : Enzim yang memperbaiki DNA pada inti sel adalah metionin sulfoksida reduktase.


PRODUK ANTIOKSIDAN TERBAIK ?

Kebanyakan anti oksidan tunggal (termasuk vitamin C dan vitamin E) tidak efektif, karena tidak pernah sampai ke mitokondria yang ada dalam sel. Karena itu bila ingin mengkonsumsi anti oksidan tunggal harus dikonsumsi dalam dosis sangat tinggi. Gabungan beberapa anti oksidan akan bekerja lebih baik daripada sediaan tunggal, sebab gabungan beberapa anti oksidan akan bekerja secara sinergis (saling memperkuat).
Setelah melakukan penelitian selama puluhan tahun, banyak ahli menyarankan bahwa HASIL TERBAIK & SEMPURNA jika kita mengkonsumsi Antik Oksidan gabungan (Primer, Sekunder, Tersier).

Referensi :

  • Schuler P. 1990. Natural Antioxidant Exploited Comercially. Di dalam: “Food Antioxidants”. Husdont BJF, editor. New York: Elsevier Applied Science.
  • Halliwel B, Aeschbach R., Lolinger J, Auroma O I. 1995. Toxicology. “J Food Chem”.
  • Ozyurt D “et all”. 2005. Determination of total antioxidant capacity by a new spectrophotometric method based on Ce(IV) reducing capacity measurement.
  • Gordon I. 1994. Functional Food, Food Design, Pharmafood. New York: Champman dan Hall.
  • Quezada M, Asencio M, Valle JM, Aguilera JM. 2004. AAntioxidant activity of crude extract, alkaloid fraction, and flavonoid faction from Boldo Peumus boldus Molina) Leaves. “Food Sci” 69: C371-C376.
  • Lee TW, Johnken RM, Allison RR, Brien KF, Dobs LJ. 2005. Radioprotective potential of gingseng. “Mutagenesis” 4:273-243.